Malu Bertanya, Susah di Kamar Mandi

Perbedaan kultur dengan bangsa Melayu seringkali menyebabkan kesulitan bagi orang-orang Belanda. Tidak cuma dalam tata cara makan dan berpakaian, tapi juga dalam cara mandi.

William Basil Worsfold dalam buku klasik “A Visit to Java” (1893) menggambarkan suasana kamar mandi hotel yang ditempatinya di Batavia sebagai berikut:

(lebih…)

Published in: on 18/07/2015 at 11:31  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

Kisah Tiga Tentara KNIL – Bagian 5

Ini adalah bagian ke-5 dari kisah tentang tiga tentara Belanda yang ditawan oleh Jepang di kamp tahanan militer Cimahi, Jawa Barat, pada masa Perang Dunia II (1939-1945). Kisah ini dimuat dalam salah satu edisi majalah “Katholieke Illustratie” terbitan Belanda yang diceritakan kembali oleh Tetske T. van Der Wal dalam blognya.

(lebih…)

Kisah Tiga Tentara KNIL – Bagian 4

Ini adalah bagian ke-4 dari kisah tentang tiga tentara Belanda yang ditawan oleh Jepang di kamp tahanan militer Cimahi, Jawa Barat, pada masa Perang Dunia II (1939-1945). Kisah ini dimuat dalam salah satu edisi majalah “Katholieke Illustratie” terbitan Belanda yang diceritakan kembali oleh Tetske T. van Der Wal dalam blognya.

(lebih…)

Published in: on 12/11/2014 at 15:52  Comments (1)  
Tags: , , ,

Jadwal Kereta Tempo Doeloe

Jadwal Kereta Batavia

Jadwal kereta tempo doeloe menampilkan rute Tandjong Priok – Batavia – Weltevreden. Dimuat dalam buku panduan wisata “The Isles of the East” (1912).

Pemerintah kolonial Belanda dulu membagi kota Batavia menjadi dua kawasan. Kawasan pertama adalah Batavia lama, tempat kegiatan pemerintahan dipusatkan dan berada di tepi laut. Daerah Kota dan Tanjung Priok termasuk dalam kawasan ini.  Kawasan kedua adalah wilayah yang dibangun untuk tempat tinggal yang diberi nama Weltevreden.

(lebih…)

Tawanan Belanda di Kamp Jepang

Saat Jepang mengambil alih kekuasaan Hindia Belanda pada bulan Maret 1942, kehidupan orang-orang Eropa di Batavia berubah drastis. Semua laki-laki keturunan Eropa yang berumur di atas 12 tahun dikirim ke kamp-kamp tawanan perang, meninggalkan perempuan dan anak-anak mereka di rumah.

(lebih…)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 553 pengikut lainnya.