Kisah Tiga Tentara KNIL – Bagian 4

Ini adalah bagian ke-4 dari kisah tentang tiga tentara Belanda yang ditawan oleh Jepang di kamp tahanan militer Cimahi, Jawa Barat, pada masa Perang Dunia II (1939-1945). Kisah ini dimuat dalam salah satu edisi majalah “Katholieke Illustratie” terbitan Belanda yang diceritakan kembali oleh Tetske T. van Der Wal dalam blognya.

(lebih…)

Jadwal Kereta Tempo Doeloe

Jadwal Kereta Batavia

Jadwal kereta tempo doeloe menampilkan rute Tandjong Priok – Batavia – Weltevreden. Dimuat dalam buku panduan wisata “The Isles of the East” (1912).

Pemerintah kolonial Belanda dulu membagi kota Batavia menjadi dua kawasan. Kawasan pertama adalah Batavia lama, tempat kegiatan pemerintahan dipusatkan dan berada di tepi laut. Daerah Kota dan Tanjung Priok termasuk dalam kawasan ini.  Kawasan kedua adalah wilayah yang dibangun untuk tempat tinggal yang diberi nama Weltevreden.

(lebih…)

Tawanan Belanda di Kamp Jepang

Saat Jepang mengambil alih kekuasaan Hindia Belanda pada bulan Maret 1942, kehidupan orang-orang Eropa di Batavia berubah drastis. Semua laki-laki keturunan Eropa yang berumur di atas 12 tahun dikirim ke kamp-kamp tawanan perang, meninggalkan perempuan dan anak-anak mereka di rumah.

(lebih…)

Plesiran di Batavia

Hotel des Indes

Suasana di depan Hotel des Indes 1910 (Foto koleksi Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute)

Welrevreden adalah kota baru di pinggiran Batavia yang dibangun oleh penguasa Belanda pada pertengahan abad ke-17 sebagai “tempat berteduh”. Di kawasan ini banyak dibangun rumah-rumah peristirahatan dan taman-taman besar, seperti Waterloo Plein (kini Lapangan Banteng), Wilhelmina Park (kini Masjid Istiqlal) dan Koningsplein (kawasan Monas).  Lingkungannya yang lebih sehat ketimbang daerah bisnis dan pemerintahan menjadikannya tempat favorit bagi turis-turis asing yang berkunjung ke Batavia.

(lebih…)

Agen Perjalanan Tempo Doeloe

see java

Armada mobil Michael's Java Motor Touring Co.

Saat berselancar di dunia maya, saya menemukan sebuah buku panduan wisata yang diterbitkan di Surabaya pada tahun 1918. Buku yang diberi judul “See Java” ini dikeluarkan secara khusus oleh Michael’s Java Touring Co., sebuah agen perjalanan, buat turis-turis asing yang ingin menikmati keindahan pulau Jawa ketika itu.

(lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 493 pengikut lainnya.