Agen Perjalanan Tempo Doeloe

see java

Armada mobil Michael's Java Motor Touring Co.

Saat berselancar di dunia maya, saya menemukan sebuah buku panduan wisata yang diterbitkan di Surabaya pada tahun 1918. Buku yang diberi judul “See Java” ini dikeluarkan secara khusus oleh Michael’s Java Touring Co., sebuah agen perjalanan, buat turis-turis asing yang ingin menikmati keindahan pulau Jawa ketika itu.

Buku yang dicetak oleh J.M. Chs. Nijland di Pasar Besar, Surabaya ini dilengkapi foto-foto hitam-putih yang menggambarkan panorama alam, aktivitas masyarakat dan budaya Jawa, yang dijepret secara khusus oleh fotografer dari Tosari Studio.

Di jaman ketika lalu-lintas informasi tak semudah dan secepat sekarang, buku panduan semacam ini jelas sangat membantu mereka yang ingin mengenal Jawa dan kehidupan masyarakatnya. Meski hanya setebal 66 halaman dan dimaksudkan sebagai alat promosi, buku ini ternyata cukup menarik dan cukup jelas menerangkan tempat-tempat yang dapat dikunjungi oleh para turis asing.

Sebagai alat promosi, buku ini tak kalah menarik dari iklan-iklan jaman sekarang. A.M. Michael meng-klaim perusahaanya sebagai “satu-satunya agen wisata handal di Jawa yang memiliki mobil-mobil kelas satu dengan supir-supir pilihan yang memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan…

Seperti layaknya terbitan tempo doeloe, buku ini pun tak lepas dari iklan perusahaan lain yang terkait dengan bisnis pariwisata. Misalnya, iklan toko Wurffel di kawasan Gemblongan yang menjual aneka kamera dan peralatan fotografi, iklan Hotel des Indes di Batavia yang menawarkan “200 kamar berperabotan lengkap dengan kamar mandi dan telepon sendiri “.

Sebagai panduan, buku ini dilengkapi dengan rute perjalanan sesuai paket wisata yang dipilih oleh turis. Paket Surabaya-Batavia 4 hari, misalnya, mengawali perjalanan dari Surabaya, makan siang di Madiun, mengunjungi Candi Prambanan dan menginap di Jogja. Hari ke-2, para turis akan diajak melihat bekas pemandian keraton dan sentra pengrajin batik, makan siang di Grand Hotel de Djocja, lalu melanjutkan perjalanan ke Candi Mendut dan Borobudur sebelum tiba di Wonosobo untuk menginap di Hotel Dieng. Keesokan harinya, para turis akan dibawa melewati Banyumas, Purwokerto dan Bumiayu dan singgah di Cirebon untuk makan siang. Perjalanan lalu dilanjutkan melalui lembah Sumedang (Cadas Pangeran?) sebelum sampai di Grand Hotel Bandung untuk bermalam. Di hari terakhir, mereka akan dibawa ke Buitenzorg (Bogor) melewati Cianjur dan Sukabumi untuk mengunjungi Museum Zoologi dan Kebun Raya. Sesudahnya, mereka akan pergi ke Batavia untuk makan siang dan menghabiskan waktu di sana.

“Sabun harus dibawa sendiri oleh turis karena tak satupun hotel di Jawa yang menyediakannya..” tulis buku panduan yang juga memberikan contoh percakapan ringkas dalam bahasa melayu seperti “Jongos minta rotti” di sebelah tulisan dalam bahasa Inggris “Boy, I want some bread”.

(Sumber: See Java,  Michael’s Java Touring Co., 1918)

Iklan

The URI to TrackBack this entry is: https://tempodoeloe.com/2012/01/12/agen-perjalanan-tempo-doeloe/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Blognya bagus sekali. Suka!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: