Plesiran di Batavia

Hotel des Indes

Suasana di depan Hotel des Indes 1910 (Foto koleksi Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute)

Welrevreden adalah kota baru di pinggiran Batavia yang dibangun oleh penguasa Belanda pada pertengahan abad ke-17 sebagai “tempat berteduh”. Di kawasan ini banyak dibangun rumah-rumah peristirahatan dan taman-taman besar, seperti Waterloo Plein (kini Lapangan Banteng), Wilhelmina Park (kini Masjid Istiqlal) dan Koningsplein (kawasan Monas).  Lingkungannya yang lebih sehat ketimbang daerah bisnis dan pemerintahan menjadikannya tempat favorit bagi turis-turis asing yang berkunjung ke Batavia.

(lebih…)

Mengenang Hotel du Chemin, Buitenzorg

Hotel du Chemin

Hotel du Chemin de Fer (1857-1880) yang kini jadi Mapolres Bogor (Foto koleksi: Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute)

Dulu di Bogor, ketika masih bernama Buitenzorg, terdapat tiga hotel yang cukup terkenal: Hotel Bellevue, Hotel du Chemin de Fer dan Hotel Dibbets.  Para petinggi kolonial Belanda yang tinggal di Batavia atau turis-turis asing yang sedang menikmati keindahan kota hujan itu sering menginap di ketiga hotel tersebut.

(lebih…)

Agen Perjalanan Tempo Doeloe

see java

Armada mobil Michael's Java Motor Touring Co.

Saat berselancar di dunia maya, saya menemukan sebuah buku panduan wisata yang diterbitkan di Surabaya pada tahun 1918. Buku yang diberi judul “See Java” ini dikeluarkan secara khusus oleh Michael’s Java Touring Co., sebuah agen perjalanan, buat turis-turis asing yang ingin menikmati keindahan pulau Jawa ketika itu.

(lebih…)

Kisah Berretty, taipan media dari Batavia

D.W. Berretty (sjoerdm.dds.nl)

Tak banyak orang tahu bahwa sejarah pers Indonesia sempat mencatat kiprah seorang blasteran bernama Dominique W. Berretty. Lelaki flamboyan ini sukses menguasai jalur penyebaran informasi di Batavia sebelum tewas mengenaskan pada 1934. Sebuah kurun waktu yang singkat namun menyimpan sisi dramatis dalam karier dan kehidupan pribadinya.

(lebih…)

Makan malam di istana Buitenzorg

Rumah kediaman Gubernur Jenderal Belanda tahun 1885 (kini Istana Presiden Bogor) . Foto koleksi Troppen Museum.

Bogor tempo doeloe adalah kota peristirahatan orang-orang Belanda yang tinggal dan bekerja di Batavia. Hawanya yang sejuk karena berada di kaki Gunung Salak dan curah hujannya yang tinggi, membuat kota ini menjadi “tempat makan angin” bagi mereka yang jenuh dengan pengapnya kota besar. Itulah sebabnya orang-orang Belanda menyebut kota ini “Buitenzorg” yang artinya “tanpa kekhawatiran”.

(lebih…)

Published in: on 09/10/2011 at 13:03  Comments (1)  
Tags: , , ,