Plesiran di Batavia

Hotel des Indes

Suasana di depan Hotel des Indes 1910 (Foto koleksi Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute)

Welrevreden adalah kota baru di pinggiran Batavia yang dibangun oleh penguasa Belanda pada pertengahan abad ke-17 sebagai “tempat berteduh”. Di kawasan ini banyak dibangun rumah-rumah peristirahatan dan taman-taman besar, seperti Waterloo Plein (kini Lapangan Banteng), Wilhelmina Park (kini Masjid Istiqlal) dan Koningsplein (kawasan Monas).  Lingkungannya yang lebih sehat ketimbang daerah bisnis dan pemerintahan menjadikannya tempat favorit bagi turis-turis asing yang berkunjung ke Batavia.

(lebih…)

Iklan

Hotel des Indes, ikon Batavia

Hotel des Indes 1931

“Hotel des Indes benar-benar nyaman. Setiap tamu mendapat ruang duduk dan kamar tidur yang menghadap beranda, dimana mereka dapat menikmati secangkir kopi di pagi hari dan teh di sore hari. Di tengah bangunan hotel yang terbuka terdapat beberapa kolam pemandian yang bisa digunakan kapan saja.  Sarapan disajikan secara prasmanan pada jam sepuluh pagi dan makan malamnya pada jam enam sore. Semua kenikmatan itu dapat diperoleh setiap tamu dengan biaya yang terjangkau. “ (lebih…)

Makan besar itu bernama Rijsttafel

Rice table

Rijsttafel di Hotel des Indes

Rijsttafel adalah kata dalam bahasa Belanda yang berarti “rice table” atau hidangan nasi dengan beragam lauk pauknya. Orang Indonesia menyebutnya “makan besar” karena begitu banyaknya jenis makanan yang disajikan. Saat orang-orang Belanda masih berkuasa di negeri kita, Rijsttafel begitu populer di kalangan mereka dan menjadi menu andalan hotel-hotel ternama waktu itu seperti Hotel des Indes di Molenvliet West, Batavia (kini Jl. Gajah Mada). (lebih…)